Waduh harga jual pangan dapur semakin naik

Harga Dapur semakin naikjual jam tangan
jual jam tangan murah
Menjelang Lebaran yang kurang dari 10 hari ini, tingkat harga barang-barang kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kota Solo masih relatif stabil. Kenaikan harga yang cukup signifikan hanya terjadi pada beberapa komoditas, yakni cabai merah keriting dan bawang merah.jual jam tangan original second
jual jam tangan kw super
Tim gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Bagian Perekonomian, Dinas Pengelolaan Pasar (DPP), Kantor Ketahanan Pangan, Bulog dan Polresta Surakarta, mendapatkan penjelasan situasi harga tersebut ketika memantau harga di sejumlah pasar tradisional Kota Solo, Kamis 23 Juni 2016.jual jam tangan wanita
jual jam tangan casio
Kasi Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kota Solo, Teguh Puji Hariyanto, mengatakan, dari pantauan di dua pasar tradisional, yakni Pasar Gede dan Pasar Legi, tim mendapati dua komoditas mengalami kenaikan harga, yakni bawang merah dan cabai merah keriting.jual jam tangan pria
jual jam tangan original murah
“Harga cabai merah keriting naik sebesar Rp 5.000,- per kilogram. Sebelumnya Rp 14.000,- per kilogram hari ini Rp 18.000,- per kilogram. Selain itu, bawang merah naik dari Rp 25.000,- menjadi Rp 30.000,- per kilogram,” jelasnya.jual jam tangan alexandre christie
jual jam tangan fossil
Tim menyimpulkan, secara umum tingkat harga kebutuhan pokok di pasaran masih relatif stabil. Harga beras, telur, daging ayam, bawang putih dan minyak goreng tidak ada kenaikan harga. Termasuk harga gula pasir masih stabil meskipun relatif tinggi, yakni di kisaran Rp 16.000,- sampai Rp 17.000,- per kilogram.jual jam tangan couple
jual jam tangan mewah
“Harga gula pasir memang mengkhawatirkan, karena sampai saat ini masih sangat tinggi. Padahal, Pemkot Solo bersama Perusahaan Perdagangan Indonesia sudah melakukan berbagai upaya berupa operasi pasar di lima kecamatan dan pasar murah. Namun harga gula pasir masih tinggi,” ujarnya.jual jam tangan g shock

Kenaikan harga gula pasir tersebut, menurut para pedagang terjadi sejak memasuki bulan Ramadhan. Sebelum puasa Ramadhan, harga gula pasir di pasaran relatif stabil pada kisaran Rp 10.500,- per kilogram. Penyebab tingginya harga gula pasir tersebut, katanya, karena pasokan dari distributor tersendat. Sehingga, saat permintaan komoditas tersebut relatif tinggi, para pedagang menjualnya dengan harga tinggi.

Selain gula pasir yang bertengger dengan harga tinggi, menurut pedagang daging di kedua pasar tradisional tersebut, harga daging sapi juga stabil tinggi di kisaran Rp 120.000,- per kilogram untuk kelas 1 dan Rp 110.000,- per kilogram untuk kelas 2. Dalam upaya menekan harga daging sapi tersebut, rencananya Pemkot Solo akan bekerja sama dengan PPI menjual daging seharga antara Rp 90.000,- sampai Rp 95.000,- per kilogram.

Harga kebutuhan pangan di pasar tradisional secara perlahan mulai turun di awal pekan ini. Namun meskipun telah mengalami penurunan, harga sayur tersebut masih terpantau tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Salah satu pedagang sayur di Pasar kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Imam(30) mengatakan, harga-harga beberapa sayur telah mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.

Ia menyebutkan, untuk cabai merah keriting dijual di harga Rp 35 ribu per kilogram (kg), sedangkan untuk cabai merah rawit di angka Rp 50 ribu per kg. Sementara, harga bawang merah dipatok Rp 30 ribu per kg dan bawang putih Rp 28 ribu per kg.

Jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga tersebut telah mengalami penurunan. “Cabai rawit di awal tahun lalu harganya bisa sampai Rp 60 ribu per kg. Ini dalam 10 hari terakhir sudah turun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *