Penjual daging akan menaikan harga

Instruksi Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar daging sapi di pasaran dijual dengan harga maksimal Rp 80.000 per kilogram belum terasa dampaknya di pasar-pasar tradisional Kota Solo. Kebijakan impor daging sapi sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi juga tidak berdampak di pasar tradisional, karena para pedagang tetap pilih menjual daging sapi lokal.jual hp
jual kamera
Sampai Rabu, 8 Juni 2016, harga daging sapi yang dijual di beberapa pasar tradisional, khususnya Pasar Gede dan Pasar Legi, masih bertahan pada kisaran Rp 120.000 per kilogram untuk daging kualitas super dan Rp 100.000 untuk kualitas biasa.jual handphone
jual hp asus
“Sejak sebelum puasa sampai hari ini (Rabu-red), harga tetap tidak naik dan tidak turun. Kami menjual daging super Rp 120.000 per kilogram dan Rp 100.000 per kilogram yang daging biasa,” ujar Pujiani Daryono (60), pedagang daging Pasar Legi.jual camera
jual gadget
Beberapa penjual daging di Pasar Gede menyatakan hal yang sama dengan Pujiani. Kalaupun di dua pasar terbesar di Kota Solo itu harga daging ada perbedaan, selisih harga relatif tidak besar.harga laptop asus
jual hp online
Menurut Pujiani dan penjual daging lainnya, daging beku impor hampir tidak ada yang dijual di pasar tradisional di Kota Solo. Mereka memperkirakan, kebijakan pemerintah mengimpor daging agar para pengusaha katering, restoran, hotel dan pengusaha kuliner tidak membeli daging sapi lokal di pasar tradisional. Namun, kata mereka masyarakat Kota Solo dan sekitarnya lebih senang daging sapi lokal dibanding daging sapi beku impor.jual beli hp online
harga hp baru
“Memang banyak orang yang mengira harga daging sapi lokal menjadi Rp 80.000 per kilogram. Sebab, di pasar tradisonal kebanyakan daging yang dijual daging sapi lokal,” sambungnya.cari hp murah
jual beli online
Suparti (65) yang berjualan daging di Pasar Gede, mengatakan, harga daging sapi lokal masih stabil dan permintaan juga belum melonjak. Sehingga para pedagang belum ada yang menaikkan harga karena pasokan masih lancar.jual beli laptop

“Saat ini stok masih banyak dan permintaan juga belum ada kenaikan. Biasanya permintaan meningkat kira-kira dua atau tiga hari sebelum Lebaran dan harga pasti naik,

merayakan Lebaran di Indonesia selalu diiringi dengan tradisi kenaikan harga kebutuhan pokok, terutama komoditas pangan strategis seperti daging sapi.

Kondisi ini justru berbeda dengan negara serumpun, Malaysia karena mampu mempertahankan stabilitas harga bahan pangan saat momen Hari Raya Idul Fitri.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (Sekjen APPSI), Ngadiran mengungkapkan, harga daging sapi segar di pasar tradisional Indonesia melambung tinggi dari Rp 120 ribu per kilogram (kg) menjadi Rp 150 ribu-Rp 160 ribu per kg pada H-1 Lebaran ini. Sementara di Malaysia, daging sapi dijual seharga di bawah Rp 100 ribu per kg.

“Di Indonesia, harga daging sapi naik gila-gilaan saat puasa, dan jelang Lebaran sampai Rp 160 ribu per kg. Coba di negara Malaysia, Filipina bisa di bawah Rp 100 ribu per kg. Belum lagi ada sale dan diskon besar-besaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *